Dinas Perkebunan
 

Bangun Kebun Tetap Perhatikan Komoditi Lain

04-09-2013

BANJARBARU - Dalam rangka hari jadi Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2013, pemerintah Daerah (Pemda) menyelenggarakan Kalsel Expo 2013 ke-13 bertempat di Lapangan DR Murjani Banjarbaru dan diikuti oleh Pemda Kabupaten dan Kota, SKPD Provinsi, BUMN dan swasta lainya.
 
Keikutsertaan Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Selatan yang di dukung oleh Gabungan Pengusaha Karet Indonsia (Gapkindo) cabang Kalselteng dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) cabang Kalimantan Selatan menampilkan produk unggulan perkebunan Kalimantan Selatan dengan mengusung tema : Peningkatan Produktivitas, Mutu dan Daya Saing Untuk Menuju Pembangunan Perkebunan Berkelanjutan.
 
Gubernur Kalimantan Selatan H Rudy Arifin yang didampingi oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah saat berkunjung ke stand Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Selatan kembali menegaskan bahwa pengembangan perkebunan harus tetap memperhatikan pengembangan komoditi lainnya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.  Khususnya pengembangan komoditi unggulan Kalimantan Selatan yaitu tanaman karet dan kelapa sawit perlu diintegrasikan dengan komoditi yang mendukung ketersediaan pangan yaitu padi, jagung dan palawija lainnya.
 
Menurut Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Selatan Ir H Sugian Noorbah MP mengatakan bahwa saat ini telah merintis inovasi pengaturan jarak tanam karet dengan model 2 x 3 x 20 meter atau 2,5 x 3 x 19 meter sehingga tersedia lahan yang cukup luas diantara tanaman utama (karet) yang dapat digunakan sebagai tempat menanam padi, jagung dan palawija lainnya.
 
Ditambahkannya, Dinas Perkebunan telah melakukan terobosan integrasi tanaman kelapa sawit dengan ternak sapi dan kelapa sawit dengan ikan, karet dengan tanaman kagung, karet dengan tanaman terong dan lain-lain, hal ini dilakukan mengingat luas wilayah Provinsi Kalimantan Selatan adalah wilayah terkecil dibanding empat provinsi lainnya di Pulau Kalimantan, dan perkebunan harus berkembang.  Kalau demikian terjadi karena meningkatnya animo masyarakat untuk mengembangkan tanaman kelapa sawit dan karet yang tidak menutup kemungkinan semua lahan potensial yang ada di Kalimantan Selatan berubah menjadi tanaman perkebunan.                                                                                                                                                                                                                
Dengan pola integrasi diharapkan pekebunan dapat menanam secara bersamaan tanaman perkebunan (kelapa sawit dan karet) dengan padi, jagung dan palawija lainnya yang pada gilirannya akan meningkatkan kesejehteraan pekebun. (ist/mat*) (Sumber Radarbanjarmasin.co.id)
 

Harga Komoditas Perkebunan

Statistik Pengunjung

Total Total Kunjungan : 47472
Today Kunjungan Hari Ini : 36
Online Online User : 2
Update Last Update : 10-04-2014

Polling Perkebunan

Apakah Komoditas Unggulan Kalsel?
 Karet
 Sawit
 Jarak Pagar
 Kelapa Dalam
 Nilam

Gallery Slides

Agenda Kegiatan